Jumat, 01 Juni 2012

Manfaat Teknologi Informasi dan komunikasi


Manfaat teknologi informasi dan komunikasi  (tik)

  Berbicara tentang manfaat TIK di sekolah bagi para siswa, kita sering bercengkraman dengan dunia teknologi, salah satunya adalah computer, disekolah kita sering menggunakan computer untuk sarana belajar dengan menggunakan Ms.office dan dilengkapai dengan layanan internet, oleh karena itu kita harus menggali lagi informasi seluas-luasnya.

Pada zaman ini, teknologi telah berkembang pesat, oleh karena itu kita para muda-mudi sebagai pewaris tahta dunia ini, kita jangan sampai ketinggalan zaman. Pada dasarnya, kita memang harus selalu mengetahui bagaimana perkembangan dunia, tetapi kita bukannya terjebak dalam arus zaman. Remaja revolusioner adalah remaja yang berani melawan arus zaman. Disinilah peran Guru TIK sangat menentukan. Ia seharusnya membimbing siswa-siswi nya kearah penggunaan TIK dengan tepat. Dimana kita harus memilih dan memilah apa yang akan kita lakukan dengan computer dan internet.
Ini adalah beberapa contoh keuntungan kita menggunakan computer dan internet adalah :
·        Jika kita ingin membuat sebuah artikel, kita hanya tinggal mengetik saja.
·        Dapat membuat sebuah NOVEL.
·        Dapat membuat sebuah Film documenter.
·        Dapat membuat sebuah karya tulis.
·        Dapat membuat sebuah Komik.
·        Dapat membuat sebuah Indie Movie.
·        Membuat Virus dan Anti-Virus.
·        Mencari informasi tentang ilmu.
·        Mencari informasi tentang sekolah-sekolah lain.
·        Mencari informasi seputar Dunia.
·        Dapat menambah Teman (bahkan bisa dengan orang luar negeri)
    dan bahkan semua hal itu bisa kita lakukan dengan waktu yang sangat singkat.

   Pemanfaatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ini tidak mutlak hanya diperuntukkan untuk siswa-siswi tetapi untuk guru dan pengurus sekolah dan lainnya. Siswa-siswi tidak usah direpotkan dengan banyaknya lembaran kertas yang digunakan untuk menulis dengan tugas-tugas yang monoton yang sesungguhnya bisa digunakan dalam bentuk soft file dan bisa lebih menarik dari segi kreatifitasnya, begitupun dengan Guru dan pengurus sekolah tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, dan sekali lagi sesungguhnya itu dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan dalam hal pengefisienan waktu dan tenaga. Pengefisienan waktu dan kecepatan penyajian informasi akibat penerapan teknologi informasi tersebut akan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi, guru dan pengurus sekolah untuk lebih meningkatkan kualitas dalam hal komunikasi.



Senin, 28 Mei 2012

tari tanggai :)



Tari tepak atau tari tanggai yang biasa digelarkan untuk menyambut tamu-tamu terhormat. Tarian ini memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya pada jumlah penari dan busananya. Tari tepak atau tanggai dibawakan oleh 5 penari sedangkan tari Gending Sriwijaya 9 penari. Busana penari tepak atau tanggai ini tidak selengkap busana dan asesoris penari Gending.
Kelenturan gerak dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan kepada tamu. Perpaduan gerak gemulai penari dengan harmoni lagu pengiring yang berjudul enam bersaudara melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang.
Tari Tanggai sering dipergunakan dalam acara pernikahan masyarakat Sumatera Selatan, acara-acara resmi organisasi dan pergelaran seni di sekolah-sekolah. Sanggar-sanggar seni di kota Palembang banyak yang menyediakan jasa pergelaran tarian tanggai ini, lengkap dengan kemewahan pakaian adat Sumatera Selatan.

Minggu, 27 Mei 2012

angklung

The Angklung is a musical instrument made of two bamboo tubes attached to a bamboo frame. The tubes are carved to have a resonant pitch when struck and are tuned to octaves. The base of the frame is held in one hand, whilst the other hand strucks the instrument. This causes a repeating note to sound. Each of three or more performers in an angkalung ensemble play just one note or more, but altogether complete melodies are produced. The Angklungis popular throughout Southeast Asia, but it originated in today'sIndonesia and has been played by the Sundanese for many centuries.